Dunia sedang mengalami krisis yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Berbeda dengan krisis-krisis sebelumnya, krisis Covid-19 merupakan krisis kesehatan sekaligus krisis ekonomi. Indonesia sebagai salah satu negara terdampak Covid-19 juga merasakan dampak perlambatan ekonomi dunia. Krisis ekonomi di Indonesia berimbas pada berbagai sektor ekonomi yang menciptakan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap jutaan pekerja Indonesia. Asosiasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pada bulan Mei 2020 mencatat 6,4 juta orang telah dirumahkan karena krisis ekonomi yang disebabkan pandemi Covid-19. Bagaimana dampak krisis Covid-19 terhadap pembangunan daerah?

Melihat keadaan tersebut pemerintah tentu tidak tinggal diam, berbagai bantuan dan stimulus ekonomi telah dikucurkan guna membendung dampak negatif krisis ekonomi dan krisis kesehatan. Salah satu dari insentif ekonomi yang dikucurkan adalah penyesuaian anggaran Dana Desa. Pada awalnya Dana Desa ditujukan hanya untuk pembangunan desa, namun berdasarkan Permendes PDTT No. 6 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa, penggunaan Dana Desa diperuntukkan untuk Program Padat Karya Tunai (PKTD) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Berdasarkan perspektif ekonomi, langkah pemerintah memutuskan untuk mengubah prioritas Dana Desa merupakan langkah yang tepat dalam membendung dampak buruk krisis ekonomi di kawasan perdesaan. Sedangkan dalam perspektif kesehatan, langkah tersebut juga mendorong upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di kawasan perdesaan. Dana Desa sebagai salah satu realisasi kebijakan moneter merupakan contoh kebijakan yang tepat guna dalam krisis ekonomi dan krisis kesehatan Covid-19 di kawasan perdesaan. Mengapa demikian?

Pertama, Dana Desa memprioritaskan kegiatan Program Padat Karya Tunai Desa. Kegiatan Program Padat Karya Tunai dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan cara mengalokasikan dana untuk kegiatan pembangunan desa secara swadaya masyarakat yang melibatkan banyak tenaga kerja. Kegiatan padat karya tunai dari Dana Desa mensyaratkan pelibatan tenaga kerja dengan kriteria masyarakat rentan.

Kedua, Dana Desa memprioritaskan kegiatan dan program kesehatan yang mendukung upaya penanggulangan Covid-19 di desa. Upaya penanggulangan Covid-19 yang berangkat dari desa dapat mengurangi penyebaran Covid-19 secara signifikan, mengingat fasilitas dan tenaga kesehatan di desa tidak selengkap di kota. Sebelum Covid-19 menyebar di kawasan pedesaan, langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan pencegahan sejak dini.

Ketiga, prioritas penggunaan Dana Desa yang diperluas hingga mencakup Bantuan Langsung Tunai (BLT). Dana Desa bisa menjadi salah satu jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang terdampak krisis ekonomi dan krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19, sehingga bagi masyarakat terdampak masih ada kesempatan untuk tetap memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar selama pandemi Covid-19.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, penyesuaian Dana Desa dilakukan untuk mendorong desa mencegah terjadinya krisis ekonomi dan kesehatan di kawasan perdesaan. Peran penting pemerintah melalui kebijakan penyesuaian Dana Desa bertujuan agar stabilitas ekonomi bagi masyarakat rentan dan kesejahteraan masyarakat secara umum tetap terjaga, khususnya di masa krisis Covid-19. (NT)