Desa Wisata Alamendah, Rancabali, Bandung, adalah potret salah satu desa wisata yang mampu memanfaatkan potensinya secara optimal, hingga masuk dalam 50 besar ADWI 2021 dan dikenal sebagai sentra agrowisata stroberi. Dengan rata-rata jumlah pengunjung yang datang sekitar 300-500 orang setiap bulannya, menjadikan desa wisata ini mengalami peningkatan omset yang dulunya sekitar 20 juta, sekarang mencapai Rp 1,3 miliar per bulan. Namun, dibalik suksesnya Desa Wisata Alamendah, terdapat pengorbanan yang besar yang dilakukan masyarakatnya.
Area wisata yang dulunya belum berkembang dan tidak terlalu luas, sekarang sudah mulai berkembang ke hampir seluruh wilayah, hingga mendekati lahan yang berdampingan dengan kawasan konservasi. Banyaknya alih fungsi lahan dari lahan pertanian dan hutan menjadi area wisata beserta permukiman, menyebabkan semakin minimnya lahan pertanian dan kawasan lindung. Dimana, Desa Alamendah juga merupakan daerah terkecil dibandingkan desa lainnya dengan luas hanya 15,91 km2 atau sekitar 10,30 persen dari wilayah keseluruhan Kecamatan Rancabali. Meskipun adanya pengorbanan alih fungsi lahan, penghasilan yang didapatkan menguntungkan bagi masyarakat Desa Alamendah.
Kondisi ini terjadi dikarenakan sektor pariwisata mampu menjanjikan perputaran uang secara cepat, sementara ketika berbicara bertani, hasil yang didapatkan sangatlah tidak pasti. Faktanya, beberapa area sawah justru dijual untuk dibangun dengan fungsi penginapan. Masyarakat yang dulunya bertani berubah menjadi karyawan penginapan, atau setidaknya menjaga parkir di tempat yang dulu ditanami pertanian. Meskipun Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup telah mengamanatkan prinsip pencegahan dan kehati-hatian, pengawasan terhadap pelaksanaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) masih sangat lemah.
Perlu adanya perencanaan desa yang didukung oleh pemetaan penggunaan lahan untuk mengembangkan desa wisata lebih jauh. Dalam proses perencanaan, masterplan desa memiliki peran penting dalam merencanakan arah pembangunan desa mulai dari pengelolaan tata ruang sampai analisa terhadap kerentanan bencana. Dari masterplan desa akan disusun action plan, area mana yang harus dipertahankan untuk mencegah adanya alih fungsi lahan, kapan pembangunan fisik akan dimulai dan tata kelola kelembagaan dalam memastikan perencanaan desa ini terimplementasikan. Dalam upaya mencapai keberhasilan masterplan Desa Wisata Alamendah, diperlukan partisipasi berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat sekitar, dan pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan infrastruktur desa.
Masterplan desa yang baik akan bermanfaat dalam peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, masterplan desa akan meminimalisir terjadinya kerusakan lingkungan yang berlebihan khususnya akibat adanya alih fungsi lahan. Jika masterplan desa dapat terlaksana, maka desa wisata dapat memaksimalkan potensi yang dimilikinya dalam jangka waktu yang panjang.
Desa Wisata Amalendah telah menunjukkan bahwa, desa wisata mampu menjadi motor penggerak perekonomian utama. Dimulai dari omzet 20 juta menjadi 1,3 miliar per bulan, dari desa biasa yang kurang dikenal menjadi 50 besar desa wisata terbaik di Indonesia. Namun, perlu pengorbanan besar dalam mencapainya, yaitu lahan pertanian yang menyempit, kawasan lindung yang berkurang, dan petani yang berubah mata pencahariannya menjadi buruh. Jika perencanaan tata ruang, partisipasi masyarakat, dan pengawasan AMDAL dijalankan sungguh-sungguh, Desa Alamendah bisa berkembang secara berkelanjutan. Jika tidak, eksistensi Desa Wisata Alamendah akan terancam dan tidak akan dikenal lagi di masyarakat. Jadi, pilihan ada di tangan generasi sekarang. Akankah menjadikan desa wisata mencapai potensi maksimalnya, atau hanya sekadar menikmati manfaat sementara yang akan hilang ditelan waktu. (HZa)
Sumber
Badan Pusat Statistik. (2025). Kecamatan Rancabali dalam Angka 2025. Badan Pusat Statistik. https://bandungkab.bps.go.id/id/publication/2025/09/26/dda4f54b0b82fb16e353009a/kecamatan-rancabali-dalam-angka-2025.html
Detiktravel. (2023). Potret Desa Wisata Alamendah yang Punya Omset Miliaran Rupiah. Detik.Com. https://travel.detik.com/fototravel/d-6992049/potret-desa-wisata-alamendah-yang-punya-omset-miliaran-rupiah
Gunawan, S.T., M.T., A. N. S., Rahardjo, S.T., M.T., S., & Amelia, S.T., M.Ds, K. P. (2022). Penguatan Pengelolaan Potensi Desa Wisata Alamendah melalui Perencanaan Masterplan Tata Ruang/Guna Lahan. Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar, 1(2), 1–4. https://doi.org/10.25124/cosecant.v1i2.17536
Kemenparekraf. (n.d.). Desa Wisata Alamendah. https://jadesta.kemenparekraf.go.id/desa/alamendah
Lukihardianti, A. (2025). Desa Wisata, Motor Penggerak Ekonomi Desa yang Bisa Buka Lapangan Kerja dan Cegah Urbanisasi. Republika. https://rejabar.republika.co.id/berita/t1va3i512/desa-wisata-motor-penggerak-ekonomi-desa-yang-bisa-buka-lapangan-kerja-dan-cegah-urbanisasi-part3
Pratiwi, T. D. (2025). Alih Fungsi Lahan jadi Wisata di Bandung Selatan Dinilai Berlebihan, Kerusakan Alam dan Bencana Ekologi Mengancam. Jabar Ekspres. https://jabarekspres.com/berita/2025/01/06/alih-fungsi-lahan-jadi-wisata-di-bandung-selatan-dinilai-berlebihan-kerusakan-alam-dan-bencana-ekologi-mengancam/2/
Widyanti, N. N. W. (2021). Desa Wisata Alamendah Bandung, Tempat Mengamati Burung dan Wisata Religi. Kompas.Com. https://travel.kompas.com/read/2021/09/11/224019727/desa-wisata-alamendah-bandung-tempat-mengamati-burung-dan-wisata-religi