Di tengah tingginya kepadatan penduduk di Indonesia, rendahnya ketahanan pangan menjadi masalah yang mendesak untuk diatasi. Menurut data dari United States Department of Agriculture tahun 2025, dari perkiraan 33,1 juta penduduk di Asia Tenggara yang mengalami ketidakamanan pangan, 13 juta diantaranya berada di Indonesia.

Kondisi ini menandakan lemahnya ketahanan pangan di Indonesia. Karena itu, kemandirian pangan perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di Indonesia. Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah berhasil menunjukkan kemandirian pangan melalui program ketahanan pangan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Saat ini, Desa Kaliwedi telah mengembangkan berbagai unit usaha ketahanan pangan, mulai dari peternakan ayam petelur, budidaya ikan, hingga pengembangan perkebunan kelengkeng dan melon. Berkat program ketahanan pangan yang dikelola secara berkelanjutan, Desa Kaliwedi berhasil meraih Juara I Lomba Inovasi Ketahanan Pangan Desa dan Perdesaan Tahun 2025 serta dinobatkan sebagai Utusan Terbaik Pemdes dan Kelurahan Award Tingkat Nasional Tahun 2025.

Pengembangan usaha melalui BUMDes Desa Kaliwedi saat ini telah mencapai sekitar 1.200 ekor ayam petelur. Selain itu, terdapat dukungan dana desa sebesar Rp371 juta yang sebagian digunakan untuk menambah sekitar 1.000 ekor ayam petelur. Dengan tambahan tersebut, total populasi ayam petelur di Desa Kaliwedi pada tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar 3.500 ekor.

Kunci keberhasilan Desa Kaliwedi berasal dari pemanfaatan potensi desa melalui pengelolaan program ketahanan pangan yang terintegrasi. Desa dapat menyesuaikan sumber daya pangan yang dimiliki dengan kebutuhan pasar justru memiliki nilai ekonomi yang tinggi, bahkan tidak selalu membutuhkan anggaran yang besar.

Sebagai contoh, pengelolaan lahan sayuran seluas dua hektare hanya memerlukan biaya sekitar Rp15–20 juta, tetapi mampu menghasilkan keuntungan yang cukup menjanjikan. Hal ini tentu tidak lepas dari kebutuhan pasar dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sangat bergantung pada sektor pertanian.

Pemerintah dan dinas dapat menjadikan Desa Kaliwedi sebagai contoh dalam meningkatkan ketahanan pangan desa lainnya. Upaya lain yang dapat dilakukan adalah melalui Lomba Habitat. Lomba ini mendorong warga untuk mengolah lahan terbatas menjadi sumber pangan mandiri yang dapat mengurangi ketergantungan pada pasar.

Diharapkan tidak hanya desa yang berada di sekitar Desa Kaliwedi saja yang mampu berkembang, tetapi juga seluruh desa di Indonesia. Hal ini penting karena desa memegang peranan kunci dalam meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia.

Selain meningkatkan kemandirian pangan desa, peningkatan ketahanan pangan juga dapat berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Upaya peningkatan ketahanan pangan secara terintegrasi oleh BUMDes dapat menyerap tenaga kerja, khususnya masyarakat miskin yang masih produktif. Tidak hanya itu, program ini dapat menekan laju pertumbuhan inflasi pangan karena berkurangnya permintaan pangan di pasar.

Jadi, peningkatan ketahanan pangan desa secara mandiri tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan tetapi juga dapat memberikan manfaat untuk masyarakat desa bahkan masyakarat luar desa tersebut, termasuk perkotaan. Langkah kecil membangun ketahanan pangan bisa dimulai dari pekarangan rumah. Dengan menanam cabai atau sayuran dalam pot saja sudah ikut berkontribusi pada kemandirian pangan keluarga dan lingkungan sekitar. (Hza)

 

Daftar Pustaka

Economic Research Service USDA. (2025). Global Food Assessment, 2025–35. https://ers.usda.gov/sites/default/files/_laserfiche/publications/113294/GFA-36.pdf?v=22814

Hariwoto, B. (2026). Desa Kaliwedi Juara 1 Lomba Inovasi Ketahanan Pangan. Solo Raya. https://solo.suaramerdeka.com/solo-raya/0516576552/desa-kaliwedi-juara-1-lomba-inovasi-ketahanan-pangan

Rahayu, T. (2026). Ketahanan Pangan Kaliwedi Sragen Topang Pendapatan Desa, DD Anjlok Tak Masalah. Solopos. https://solopos.espos.id/ketahanan-pangan-kaliwedi-sragen-topang-pendapatan-desa-dd-anjlok-tak-masalah-2182185

Yandip. (2026). Inovasi Ketahanan Pangan, Desa Kaliwedi Raih Penghargaan Nasional. JatengProv. https://jatengprov.go.id/beritadaerah/inovasi-ketahanan-pangan-desa-kaliwedi-raih-penghargaan-nasional/