Desa Lembar Selatan merupakan salah satu destinasi wisata unik di kawasan selatan Kabupaten Lombok Barat yang terkenal dengan ekowisata mangrovenya. Dengan luas 70 hektar, menjadikannya salah satu dari tiga pilihan wisata lain di Desa Lembar Selatan. Terpaut jarak sekitar 25 km dari Kota Mataram, desa dengan jumlah penduduk 10.620 jiwa, menyimpan berbagai potensi wisata yang tak kalah menarik dari wisata lain di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Selain hutan mangrovenya, terdapat wisata religi berupa makam di tengah laut dan keindahan kawasan pesisir pantainya. Dengan segala potensi wisata ini, menjadikan Desa Lembar Selatan masuk ke dalam 75 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Desa Lembar Selatan, dengan luas 6,81km2 memiliki kawasan wisata yang disebut Ekowisata Lembar Selatan (ELS). Kawasan ELS ini terbagi menjadi kawasan Pantai Cemare, kawasan makam keramat, dan kawasan ekowisata hutan mangrove. Kawasan pantai sepanjang 5 kilometer terbagi menjadi tiga bagian yaitu kawasan pantai utara dengan gelombang tinggi, sangat cocok untuk turis mancanegara, kawasan tengah yang merupakan area kuliner dan tempat pengunjung menikmati sunset, dan kawasan selatan yang memiliki gelombang kecil sangat cocok untuk dijadikan area berkemah dan rekreasi keluarga. Pada musim liburan, sebanyak 20 ribu orang berkunjung memenuhi Pantai Cemare.
Wisata religi berupa makam keramat yang berada di Desa Lembar Selatan sangat berbeda dari wisata religi pada umumnya. Makam keramat itu merupakan makam dari Syekh Alwi Al Baghdadi yang merupakan tokoh penyebar Agama Islam di Pulau Lombok. Wisata religi makam keramat di area ini memiliki keunikannya tersendiri dikarenakan lokasinya yang tidak biasa yaitu berada di tengah laut. Untuk menuju makam tersebut, dibutuhkan sampan atau perahu. Namun dengan keunikannya ini, makam keramat selalu saja dipadati pengunjung saat hari raya lebaran Idul Fitri atau Lebaran Topat.
Desa Lembar Selatan juga memiliki ikon utama mereka yaitu hutan mangrove. Dengan luas 70 ha yang di dalamnya ditumbuhi 9 spesies mangrove dengan berbagai macam flora dan fauna lainnya sehingga menjadikan hutan ini sebagai wisata mangrove cruise dan wisata edukasi. Terdapat berbagai macam kuliner yang ditawarkan warga setempat. Sekitar 30 lapak UMKM yang melibatkan 300 orang sebagai pekerja. Hal ini melengkapi aspek amenitas di Kawasan Wisata Desa Lembar Selatan sehingga tidak perlu khawatir bagi para pengunjung yang baru mengunjungi tempat ini.
Dengan perpaduan potensi wisata alam, religi, dan budaya yang didukung oleh partisipasi masyarakat, Desa Lembar Selatan tidak hanya menjadi destinasi unggulan Kabupaten Lombok Barat, tetapi juga simbol bagaimana desa mampu berkembang sebagai pusat ekowisata berkelanjutan yang membanggakan. Namun dibalik potensi wisata yang besar, desa ini menghadapi bermacam tantangan seperti kurangnya dukungan pemerintah dalam bentuk pelatihan, promosi, dan infrastruktur serta ancaman perusakan destinasi wisata oleh aktivitas tambak ilegal atau pembangunan pesisir pantai. Selain itu, masalah sampah, aksesibilitas yang rusak, kesadaran pengunjung terhadap kebersihan lingkungan dapat membahayakan kelestarian serta keseimbangan ekosistem Desa Lembar Selatan. Meskipun begitu, Desa Lembar Selatan merupakan contoh destinasi wisata sukses yang mengintegrasikan konservasi alam, pemberdayaan masyarakat, dan pariwisata edukatif. Potensi ini diharapkan untuk dapat terus dikembangkan melalui promosi digital, peningkatan sarana dan prasarana, serta pelibatan aktif generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan Wisata Desa Lembar Selatan. (KAH)
Sumber:
Atourin. (2025). Desa wisata Lembar Selatan. Atourin. https://atourin.com/v/dewi-lembarselatan
Bumigora, P. U. (2025). Wisata Mangrove Lembar Selatan. https://wisatalembarselatan.com/wisata-mangrove-lembar-selatan/#:~:text=2.,ekosistem mangrove dan konservasi pesisir.
Disparlobar. (2024). DESA WISATA LEMBAR SELATAN SIAP DIKUNJUNGI TAMU KAPAL PESIAR. Dinas Pariwisata Lombok Barat. https://dishub.lombokbaratkab.go.id/berita/desa-wisata-lembar-selatan-siap-dikunjungi-tamu-kapal-pesiar/
Khafid, S. (2023). Pesona Desa Wisata Lembar Selatan: Pantai, Hutan Mangrove dan Makam Keramat di Tengah Laut. TEMPO. https://www.tempo.co/hiburan/pesona-desa-wisata-lembar-selatan-pantai-hutan-mangrove-dan-makam-keramat-di-tengah-laut-184970
Permata Sari, D., Idris, M. H., & Aji, I. M. L. (2022). Tingkat Kerusakan Kawasan Mangrove di Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Journal of Forest Science Avicennia, 5(1), 1–12. https://doi.org/10.22219/avicennia.v5i1.19552