Pada hari Rabu, 2 September 2021 Magister Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan (MRIL) Univeristas Warmadewa, melaksanakan Webinar Menuju Desa Modern #2 yang mengusung tema “Menuju Desa Modern”. Webinar ini mengundang Bapak Iwan (R. Iwan Trisnawan Sagita, S.T.) seorang praktisi pemetaan dan Ibu Mahditia (Dr. Ir. Mahditia Paramita, M. Sc.) praktisi masterplan desa sebagai narasumber.

Desa merupakan bagian dari pembangunan Indonesia. Saat ini sudah banyak program-program yang bertujuan untuk membangun desa, salah satunya adalah desa modern. Mewujudkan desa modern sesuai dengan potensi masing-masing desa memberikan keunikan tersendiri bagi setiap desa, khususnya dalam hal ini desa-desa yang ada di Bali.

Bapak Iwan dalam menjelaskan salah satu upaya untuk mewujudkan desa digital adalah dengan menggunakan peta drone. Pemetaan via drone (UAV) ini dapat berfungsi untuk menganalisa perubahan yang terjadi, potensi SDA, perencanaan wilayah, prediksi dan mitigasi bencana, dan navigasi. Kelebihan menggunakan Pemetaan via drone (UAV) diantaranya adalah lebih cepat dan fleksibel, efisien dari waktu dan biaya, dapat memetakan area yang sulit diakses, menghasilkan data terbaru, dan resolusi spasial (ukuran pixel) sampai 5 cm. Namun, pemetaan via drone (UAV) juga memiliki kekurangan, seperti penggunaan drone yang perlu dilakukan beberapa kali, karena durasi penggunaan drone sendiri tidak bisa bertahan lama. Hasil dari pemetaan via drone (UAV) nantinya dapat menghasilkan peta dengan atribut sesuai dengan keinginan dari desa. Peta ini dapat digunakan untuk mengembangkan potensi desa, merencanakan mitigasi bencana, perencanaan wilayah, batas desa, mengetahui situasi dan topografi desa, dan penggunaan lahan di desa.

Pemaparan selanjutnya yaitu Ibu Mahditia yang menjelaskan makna modernisasi sangat berkebalikan dengan tradisional. Namun, dalam hal pembangunan desa lebih mengacu kepada pengembangan yang lebih maju dan tepat guna. Dua tantangan yang mengancam pembangunan desa yaitu urbanisasi yang berdampak pada ketersediaan pangan dan kebencanaan baik yang disebabkan oleh alam atau manusia. Salah satu upaya mewujudkan desa modern dapat menggunakan program masterplan desa. Masterplan desa merupakan investasi desa yang berkelanjutan yang menjadi perencanaan pembangunan di Indonesia. Produk masterplan desa berupa profil desa, desain tata desa, program/roadmap, branding/festival, peraturan desa, gambaran kerja (DED) dan RAB, dan E-Desa.

Sebagai penutup dari diskusi ini, Ibu Ika Wahyuni (Kaprodi Program) menyampaikan bahwa ada banyak variabel yang perlu dipertimbangkan untuk mewujudkan masterplan desa, khususnya yang melibatkan adat di Bali dan aturan nasional. Ada banyak keterbatasan dari segi waktu dan biaya sehingga perlu koordinasi dengan Kementerian Desa.  (SDPA)

Poster Webinar Menuju Desa Modern