Di tengah pesatnya pertumbuhan dan pengembangan wilayah, masyarakat juga dihadapkan pada tantangan bencana alam, termasuk karena pengaruh perubahan iklim. Bagi masyarakat pedesaan upaya-upaya dalam penanggulangan bencana alam sangat diperlukan, karena masyarakat pedesaan hidup dengan mengandalkan alam. Adanya tantangan bencana alam haruslah dapat diatasi secara efektif agar tidak menimbulkan dampak kerugian yang berarti.

Menciptakan wilayah tangguh secara berkelanjutan diperlukan langkah-langkah inovatif, salah satunya dengan penerapan konsep Solusi Berbasis Alam atau Natural Based Solution (NBS). NBS merupakan pendekatan pengurangan resiko bencana dan adaptasi perubahan iklim dengan memanfaatkan jasa ekosistem dan keanekaragaman hayati yang mengacu pada pengelolaan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan sosial-lingkungan.

Menurut International Union for the Conservation of Nature (IUCN), NBS didefinisikan sebagai tindakan untuk melindungi, mengelola secara berkelanjutan, dan memulihkan ekosistem alami atau yang sudah dimodifikasi untuk mengatasi tantangan masyarakat secara efektif dan adaptif, sekaligus memberikan manfaat bagi kesejahteraan manusia dan keanekaragaman hayati. NBS menjadi solusi hemat biaya yang mendukung penuh adanya tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) untuk mencapai potensi mitigasi alam. Proyek NBS mulai dikembangkan di Indonesia, salah satu proyek percontohannya dilakukan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Proyek membangun bersama Alam/Building with Nature (BwN) merupakan salah satu bentuk penerapan program Natural Based Solution pada desa-desa di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak yang sering terjadi rob air laut. BnW dilaksanakan oleh konsorsium Ecoshape yang terdiri dari Wetlands International, Deltares, Imares, Witteveen+Bos, bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), Universitas Diponegoro dan Yayasan Blue Forest. Adanya proyek BnW dilatarbelakangi oleh kenaikan air laut pada kawasan utara Jawa yang menyebabkan adanya banjir pesisir (rob) dan erosi, sehingga mengakibatkan  kerusakan hutan mangrove alami di sekitar pantai.

BnW dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pantai bagi 70.000 jiwa yang rentan terdampak bencana. Sehingga proyek BnW dilakukan dengan melakukan revitalisasi 6.000 ha tambak berkelanjutan di sepanjang 20 km garis pantai menggunakan teknik struktur permeabel pada daerah yang terpapar erosi dan abrasi sehingga dapat menjadi sarana tumbuh mangrove secara alami. Selain itu juga dilakukan revitalisasi  12 mil hutan mangrove di Kelurahan Trimulyo Genuk sampai Kelurahan Kedung Mutih.

Pada proyek BnW juga dilakukan pengembangan perekonomian berkelanjutan oleh pemerintah kabupaten melalui pengembangan ekowisata mangrove, pemancingan dengan memberdayakan masyarakat sekitar, dan program ‘Desa Tangguh Bencana’. Program-program ini bertujuan agar masyarakat mampu melakukan adaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan dan memberikan fondasi perekonomian agar mampu pulih dari bencana erosi dan abrasi.

 

Gambar Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak nyaris tenggelam akibat abrasi laut
Sumber: Hartatik, 2019 dalam tanahair.net

 

Building with Nature (BwN) telah dimulai pada tahun 2012, kemudian dilanjutkan pada 2015 untuk membangun bendungan sepanjang 20 km pada Pantai Utara Demak. Pada tahun 2016 proyek BnW mendapatkan penghargaan dari “Dutch Engineering Award” atas karya rekayasa yang bersifat inovatif dan proyek BnW telah berhasil menginspirasi banyak wilayah pesisir di seluruh dunia.

Meskipun proyek BnW merupakan proyek percontohan, bukan tidak mungkin jika proyek ini dapat diterapkan di seluruh Indonesia. Natural Based Solution dengan berbagai manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam penerapannya, seharusnya dapat dipertimbangkan untuk dilaksanakan dengan menyesuaikannya terhadap kebijakan yang berlaku. Dengan terlaksananya NBS di berbagai desa terdampak bencana diharapkan dapat menanggulangi bencana alam di kemudian hari. (PNL)

 

Daftar Pustaka:

Bila, Salsa. (2021). Mengurangi Resiko Perubahan Iklim Melalui Nature-Based Solutions. Medium.com. diakses 22 Mei 2022 melalui https://medium.com/echolocation-blog/mengurangi-resiko-perubahan-iklim-melalui-nature-based-solutions-944c6d89813d

https://www.iucn.org/

Mustafa, Ade Brian. (2021). Pengurangan Resiko Bencana melalui Solusi Berbasis Alam. Indonesian Noor, Yus Rusila, dkk. (2019). Program dan Kebijakan Pengelolaan Mangrove di Kabupaten Demak. Docplayer. diakses 22 Mei 2022 melalui https://docplayer.info/196300810-Fokus-berita-buletin-agustus-program-dan-kebijakan-pengelolaan-mangrove-di-kabupaten-demak.html

Ramadhan, Syauqi Reza. (2019). Mengatasi Masalah Lingkungan dan Sosial Dengan Nature Based Solutions. Wana Swara. diakses 22 Mei 2022 melalui https://wanaswara.com/mengatasi-masalah-lingkungan-dan-sosial-dengan-nature-based-solutions/

Redaksi. (2022). Kolaborasi OPD Demak Tanam 2 Ribu Mangrove di Desa Bedono Sayung. jatengtime. diakses 22 Mei 2022 melalui https://www.jatengtime.com/2022/05/13/kolaborasi-opd-demak-tanam-2-ribu-mangrove-di-desa-bedono-sayung.html

Resource Development Institute (IRDI). diakses 22 Mei 2022 melalui: https://www.irdi-indonesia.org/2021/01/21/pengurangan-risiko-bencana-melalui-solusi-berbasis-alam/

Riski, Petrus. (2016). “Building with Nature” Cara Merevitalisasi Pesisir Utara Jawa yang Rusak. Seperti Apa?. Mongabay. diakses 22 Mei 2022 melalui https://www.mongabay.co.id/2016/12/07/building-with-nature-cara-merevitalisasi-pesisir-utara-jawa-yang-rusak-seperti-apa/

Wilms, Tom dan Noor, Yus Rusila. (2016). Program membangun bersama alam (building with nature) di Indonesia memperoleh penghargaan “Dutch Engineering Award” di Belanda. Wetlands International. diakses 22 Mei 2022 melalui https://indonesia.wetlands.org/id/berita/program-membangun-bersama-alam-building-with-nature-di-indonesia-memperoleh-penghargaan-dutch-engineering-award-di-belanda/