Melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dalam rangka memperkuat pengembangan kawasan ekonomi, maka dibentuklah kawasan yang berbasis pada perikanan budidaya terintegrasi melalui program Minapolitan. Minapolitan merupakan konsepsi pembangunan ekonomi yang berbasis kawasan berdasarkan prinsip-prinsip terintegrasi, efisiensi, berkualitas dan percepatan pembangunan. Kawasan Minapolitan adalah suatu bagian wilayah yang mempunyai fungsi utama ekonomi yang terdiri dari sentra produksi, pengolahan, pemasaran komoditas perikanan, pelayanan jasa, dan/atau kegiatan pendukung lainnya.

Menurut UU Penataan Ruang No. 26 Tahun 2007, Kawasan Minapolitan merupakan turunan dari Kawasan Agropolitan, yaitu kawasan yang terdiri atas satu atau lebih pusat kegiatan pada wilayah perdesaan sebagai sistem produksi perikanan dan pengelolaan sumberdaya alam tertentu yang ditunjukkan dengan adanya keterkaitan fungsional dan hirarki keruangan satuan sistem permukiman dan sistem minabisnis. Konsep Minapolitan dicetuskan Friedman dan Douglas (1985) sebagai aktivitas pembangunan yang terkonsentrasi di wilayah perdesaan berpenduduk antara 50.000–150.000 jiwa.

Secara konseptual, Minapolitan memiliki 2 unsur utama, yakni Minapolitan sebagai konsep pembangunan sektor kelautan dan perikanan berbasis wilayah serta Minapolitan sebagai kawasan ekonomi unggulan dengan produk kelautan dan perikanan sebagai komoditas utamanya. Konsep Minapolitan dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan ini berlandaskan pada 3 asas, yakni demokratisasi ekonomi kelautan dan perikanan pro rakyat, keberpihakan pemerintah pada rakyat kecil melalui pemberdayaan rakyat kecil, serta penguatan peranan ekonomi daerah dengan prinsip “Daerah kuat, maka bangsa dan negara pun kuat”.

Kawasan Minapolitan begitu khas dengan mayoritas masyarakatnya yang mendapatkan penghasilan dari kegiatan minabisnis. Kegiatan minabisnis merupakan kegiatan penanganan komoditas secara komprehensif, pengadaan, produksi, pengolahan, hingga pemasaran. Kegiatan minabisnis dicirikan  dengan keberadaan sentra-sentra produksi dan pemasaran berbasis perikanan yang sangat mempengaruhi perekonomian di sekitar kawasan. Disamping itu, karakteristik minapolitan tampak dari keanekaragaman kegiatan–ekonomi, produksi, perdagangan, jasa, pelayanan, kesehatan, dan social yang saling terkait. Sebagai pendukung kegiatan, Kawasan Minapolitan juga telah memiliki sarana dan prasarana yang memadai layaknya sebuah kota.

Berdasarkan dokumen RTRWK Morowali Utara periode 2016-2036, desa yang berada di Kecamatan Bungku Utara ditetapkan sebagai kawasan minapolitan. Desa Siliti berada di pesisir Kabupaten Morowali Utara, desa ini memiliki potensi dan letak yang strategis untuk dikembangkan menjadi kawasan minapolitan. Desa Siliti memiliki luas 30,77 km2 atau 1,28% dari luas total Kecamatan Bungku Utara.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Morowali Utara, diketahui Produksi Perikanan di Kabupaten Morowali Utara Tahun 2020 sebanyak 1.874,6 ton atau naik sekitar 2,23 persen dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 1.833,8 ton. Produksi tersebut terdiri dari perikanan laut sebesar 1.563,7 ton dan perikanan umum sebesar 310,9 ton. Kemudian jumlah perahu/kapal di Kabupaten Morowali Utara tahun 2020 terdiri atas perahu tanpa motor sebanyak 0 unit, perahu motor tempel 1.313 unit, dan kapal motor sebanyak 163 unit. Jumlah hasil produksi tersebut tentu menjadi potensi bagi Kabupaten Morowali Utara dalam pengembangan kawasan minapolitan di daerahnya. Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa Kecamatan Bungku Utara merupakan penghasil terbanyak produksi perikanan di Kabupaten Morowali Utara pada tahun 2020 yang tersebar diseluruh wilayah Kecamatan Bungku Utara. Berdasarkan data yang ada dalam Kecamatan Bungku Utara dalam angka 202 diketahui bahwa produksi perikanan kecamatan ini sebanyak kurang lebih 388,9 ton, dan bahkan diketahui potensi perikanan darat kolam Kecamatan Bungku Utara dapat memproduksi hingga 3,502 ton hasil perikanan.

Hal ini tentu saja menjadi keunggulan bagi Kecamatan Bungku Utara dan Desa Siliti untuk terus dikembangkan agar kawasan minapolitan ini dapat menghasilkan keuntungan dan menjadi sumber pencaharian bagi masyarakat sekitar. Potensi yang besar ini harus dapat dikelola dengan bijak serta mengutamakan kepentingan bersama agar dapat dikelola dengan baik, selain itu harus ada pengembangan yang konsisten, berkelanjutan dan dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah selaku pembuat kebijakan, pihak swasta sebagai investor dan juga masyarakat sebagai pelaku usaha dan tenaga kerja. Dengan adanya sinergitas antara satu dengan yang lain tidak mungkin kawasan minapolitan Desa Siliti dapat berkembang pesat menjadi kawasan minapolitan maju dan besar.

 

 

 

Daftar Pustaka

Kabupaten Morowali Utara dalam Angka 2021, BPS Kecamatan Bungku Utara dalam angka 2020, BPS

http://www.djpb.kkp.go.id/arsip/c/344/MINAPOLITAN-PERIKANAN-BUDIDAYA-MENUJU- KAWASAN-TERINTEGRASI-YANG-MANDIRI/?category_id