Yogyakarta sudah sangat familiar di telinga kita tentang banyaknya destinasi wisata yang dapat dijumpai. Dengan hanya menghabiskan waktu kurang dari 30 menit, masyarakat sudah dapat bertamasya bersama keluarga maupun kerabat dekat ke berbagai obyek wisata, salah satunya adalah Tebing Breksi.

Tebing Breksi merupakan destinasi wisata yang memanfaatkan kawasan bekas penambangan batu kapur, kemudian dikelola oleh BUMDes menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Saat ini Tebing Breksi sudah tidak diperbolehkan untuk dilakukan penambangan batu kapur dan difokuskan pada pengembangan pariwisata. Pengembangan wisata di Tebing Breksi ini sangat berpengaruh besar terhadap pendapatan masyarakat sekitar dikarenakan terbukanya lapangan pekerjaan baru, yang menurut informasi banyak menampung penduduk produktif di sekitar Tebing Breksi.

Akses menuju Wisata Tebing Breksi sangatlah mudah, sepanjang jalan terdapat penanda arah yang mudah dibaca sehingga terdapat kemungkinan kecil untuk tersesat. Untuk kondisi jalan cukup baik namun terdapat beberapa jalan yang bergelombang dan beberapa tanjakan sehingga perlu perhatian lebih dalam berkendara.

Banyak jumlah pengunjung didukung karena banyaknya tempat atraksi wisata Tebing Breksi yang berbeda-beda dan tidak membosankan. Terdapat beberapa tempat untuk berfoto dengan pemandangan yang bervariasi seperti tempat foto yang menggunakan sepeda ontel di atas Tebing Breksi, berfoto dengan burung hantu, berfoto dengan latar belakang naga yang menjadi ikon utama tebing breksi dan masih banyak tempat-tempat yang Instagramable. Tidak hanya itu, terdapat juga penyewaan mobil jeep yang bisa digunakan untuk berkeliling kawasan tebing breksi sambil melihat pemandangan disekitar Tebing Breksi.

 

Beberapa tempat di Tebing Breksi sering dipergunakan untuk acara-acara tertentu seperti konser musik, festival UMKM, kontes tinju dan acara-acara lainnya. Semua atraksi wisata tersebut didukung dengan ketersediaan toilet, mushola, tempat parkir yang luas dan pusat jajanan serba ada (pujasera).

Sumber: dokumentasi caritra.org

 

Lahan wisata Tebing Breksi yang sangat luas tidak mengurangi kenyamanan masyarakat dalam menjangkau toilet dan pujasera. Terdapat banyak fasilitas  toilet yang terletak di setiap sisi kawasan Tebing Breksi sehingga memudahkan pengunjung untuk menjangkau fasilitas tersebut. Tidak hanya itu, terdapat 3 foodcourt yang setiap titiknya memiliki sekitar  5-15 toko yang menjual makananan dan minuman yang berbeda-beda. Tempat parkir yang luas juga menjadi poin unggulan yang dimiliki wisata Tebing Breksi. Tempat parkir dapat menampung banyak kendaraan bermotor dari jenis sepeda motor, mobil, hingga bis yang berukuran besar. Terdapat pula tempat parkir untuk sepeda onthel dan beberapa fasilitas ramp untuk penyandang disabilitas atau lanjut usia yang terletak di dekat tempat parkir motor.

 

 

Lengkapnya fasilitas pendukung dan atraksi wisata yang unik menjadikan Tebing Breksi wisata yang memiliki banyak pengunjung dan terus bertambah. Peningkatan kunjungan karena BUMDes terus melakukan perbaikan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Disamping banyaknya keunggulan tersebut, Tebing Breksi memiliki kekurangan dalam hal ketersediaan pohon-pohon peneduh yang dapat mengurangi hawa panas yang ada di kawasan tersebut. Untuk pengunjung yang berada di Tebing Breksi pada tengah hari akan merasa kepanasan dan memerlukan perlindungan tambahan seperti topi atau payung. Dengan hal tersebut, diharapkan terdapat tambahan pohon-pohon peneduh. Bagi pengunjung yang ingin tetap menikmati pemandangan Tebing Breksi namun menghindari suasana panas, pengunjung dapat berwisata di Tebing Breksi pada waktu malam hari dengan melihat pemandangan city light dikarenakan jam buka Tebing Breksi hingga jam 20.00 WIB. (AM, editor-PNG)