Generasi milenial merupakan generasi yang lahir di era perkembangan teknologi saat sedang berkembang pesat. Sejak lahir hingga saat ini, generasi milenial ini sudah melek terhadap penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya milenial yang tinggal di kota besar, perkembangan teknologi dalam kehidupan sehari-hari juga dirasakan oleh milenial yang hidup di perdesaan. Kreativitas dan keterampilan generasi milenial dalam menggunakan teknologi ini menjadi sebuah peluang bagi desa khususnya apabila desa tersebut memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Beragam potensi yang dimiliki oleh desa seperti potensi budaya, wisata, alam, sejarah, sumber daya masyarakat, dan produk ekonomi lokal bergantung kepada kondisi geografis dan historis desa tersebut. Apabila kita sebagai masyarakat dapat menggali potensi yang dimiliki oleh desa kita, maka langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah melakukan branding atas potensi yang kita miliki.

Desa Ponggok merupakan sebuah desa yang berada di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Potensi yang dimiliki oleh Desa Ponggok ini adalah wisata alam berupa umbul atau mata air yang dikembangkan oleh masyarakat lokal sebagai atraksi wisata. Desa Ponggok pada tahun 2017 mendapat penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik Nasional Kategori Pemberdayaan Masyarakat dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Prestasi yang diraih oleh Desa Wisata Ponggok tersebut tentu mendongkrak branding Kabupaten Klaten dan Desa Ponggok khususnya menjadi semakin dikenal oleh masyarakat luas. Lalu kemudian, bagaimana peran pemuda atau generasi milenial di dalamnya?

 

Keberhasilan Desa Wisata Ponggok tidak terlepas dari peran kelembagaan BUMDES Tirta Mandiri yang dapat mengelola potensi alam mata air menjadi potensi wisata. Dalam kelembagaan BUMDES Tirta Mandiri ini, pemuda Desa Ponggok juga berpartisipasi aktif dan ikut dilibatkan baik dalam tahap pengambilan ide keputusan maupun tahap pelaksanaan kegiatan. Tingkat partisipasi pemuda Desa Ponggok dalam BUMDes “Tirta Mandiri” memiliki hubungan yang kuat dengan tingkat perkembangan usahanya. Hal ini karena pemuda yang terlibat dalam BUMDes juga terlibat dalam peningkatan kekuatan kelembagaan BUMDes, kapasitas anggota BUMDes, dan perluasan pemasaran produk usaha BUMDes.

Sumber: https://wisataponggok.com/

 

Sebagai generasi milenial, para pemuda di Desa Wisata Ponggok memiliki inovasi dan kreativitas untuk mengembangkan potensi desanya. Pekerja sub-unit pariwisata Umbul Ponggok yang merupakan masyarakat lokal diberdayakan melalui pengembangan keterampilan di bidang akuntansi, manajemen, keuangan, ilmu teknologi, serta penguasaan pelayanan pariwisata. Pelatihan ini bertujuan agar masyarakat mempunyai ilmu yang mumpuni dalam bekerja dan memberikan pelayanan optimal kepada pengunjung. Dampaknya, berkembangnya inovasi wisata baru seperti wahana snorkling, diving, foto underwater, ninja warior, cafe, dan persewaan alat renang serta kamera bawah air. Milenial mengemas beragam atraksi wisata yang dimiliki oleh Desa Ponggok untuk dipromosikan melalui website, sosial media, youtube, serta media cetak dan media elektronik lainnya.

Tidak hanya menjadi agent of branding terhadap potensi wisata alamnya saja, para pemuda desa dalam portal https://wisataponggok.com/  juga menawarkan berbagai layanan digital seperti menawarkan destinasi wisata yang potensial di sekitar Umbul Ponggok, memberikan layanan pemandu wisata, bahkan hingga memberikan layanan jasa pemasaran digital untuk kegiatan branding wisata maupun usaha lokal. Kemauan dan partisipasi pemuda dalam melakukan branding ini tentu tidak terlepas dari insentif yang diberikan oleh BUMDES Tirta Mandiri yaitu memberikan lapangan pekerjaan bagi para pemuda Desa Ponggok, sehingga sebagian besar pemuda desa tidak perlu bekerja keluar dari desa.

Sumber: https://wisataponggok.com/

 

Para pemuda yang tinggal di Desa Ponggok ini adalah contoh dari sekian generasi milenial yang mau berkarya untuk terus memajukan desanya. Para pemuda ini memilih untuk tetap tinggal di desa dibandingkan pergi ke kota dan mengimajinasikan bahwa tinggal di kota dapat memberikan sumber penghidupan yang lebih baik. Salah satu faktor majunya sebuah desa adalah adanya millenial yang mampu memanfaatkan media digital sebagai wadah untuk branding, seperti halnya Umbul Ponggok. Media digital dimanfaatkan sebagai sarana untuk mewujudkan transparansi desa, segala pengeluaran desa akan disebarkan melalui media ini. Selain itu yang tak kalah penting adalah peran pemuda millenial dalam musyawarah desa dan terus berinovasi untuk kemajuan Desa Wisata Ponggok. (WNA)

 

 

 

Sumber:

Kasila, M., & Kolopaking, L. M. (2018). Partisipasi Pemuda Desa dalam Perkembangan Usaha BUMDES “Tirta Mandiri”. Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]2(1), 43-58.

Sidik, F., Nasution, F. G. A., & Herawati, H. Pemberdayaan Masyarakat Desa Menggunakan Badan Usaha Milik Desa: Desa Ponggok dan Kritik Terhadap Prestasi “Terbaik Nasional”. Jurnal Pemikiran Sosiologi5(2), 80-107.

Darmawan, Arif. 2018. Di Balik Kesuksesan Umbul Ponggok dan Cerita Soal Millenial yang Men-Desa dalam http://youthproactive.com/201801/speak-up/kesuksesan-umbul-ponggok-dan-travelling-millenial/ diakses pada 22 November 2020

Tempo.co. 2018. Ponggok Jadi Desa Wisata Terbaik, Ratusan Warganya Jadi Investor dalam https://nasional.tempo.co/read/876100/ponggok-jadi-desa-wisata-terbaik-ratusan-warganya-jadi-investor diakses pada 22 November 2020