Desa Sembalun merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Secara geografis, desa ini berada di lereng Gunung Rinjani pada ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut dengan luas wilayah ±1.638,8 hektare. Kondisi topografi yang dikelilingi pegunungan menjadikan Desa Sembalun memiliki iklim sejuk dan tanah subur, sehingga mendukung berbagai aktivitas pertanian dan wisata alam. Penggunaan lahan di desa ini didominasi kawasan konservasi sebesar 56 persen, hortikultura 31 persen, kawasan lindung 9 persen, serta permukiman 3 persen. Dengan konfigurasi tersebut, Desa Sembalun berfungsi ganda sebagai wilayah ekologis dan sekaligus pusat pengembangan hortikultura di Kabupaten Lombok Timur.

 

Tanam Raya Perdana Bawang Putih di Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur (Sumber: Portal Lombok Timur, 2025)

Potensi utama Desa Sembalun terletak pada sektor pertanian hortikultura. Wilayah ini dikenal sebagai sentra bawang putih, buncis, kentang, stroberi, dan kopi arabika. Pada tahun 2025, dilaksanakan program Tanam Raya Perdana di Kampung Sembalun Bumbung dengan target 10 hektare lahan bawang putih menghasilkan 20 ton per hektar. Program ini ditopang oleh tambahan areal tanam dari berbagai pihak, termasuk 60 hektare dari Direktorat Perbenihan Hortikultura. Selain itu, kopi arabika Sembalun sedang diajukan sebagai produk Indikasi Geografis karena memiliki cita rasa khas dan sudah diekspor ke luar negeri, seperti Singapura. Potensi ini menunjukkan bahwa Desa Sembalun mampu menghasilkan produk pertanian bernilai ekonomi tinggi sekaligus berdaya saing global.

Selain pertanian, sektor pariwisata juga menjadi daya tarik utama Desa Sembalun. Desa ini merupakan pintu gerbang populer menuju Gunung Rinjani, salah satu destinasi wisata alam unggulan Indonesia. Data Taman Nasional Gunung Rinjani mencatat bahwa pada semester I tahun 2025 jumlah pendaki mencapai sekitar 36.500 orang, dengan hampir 20 persen di antaranya wisatawan mancanegara. Lebih luas lagi, jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lombok Timur meningkat pesat, yakni dari 53.000 pada tahun 2023 menjadi 94.000 orang hingga September 2024. Pertumbuhan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian masyarakat lokal melalui pengembangan homestay, jasa transportasi, kuliner, dan kerajinan tangan.

Namun, pengembangan potensi tersebut juga menghadapi tantangan serius. Dari sisi lingkungan, alih fungsi lahan pertanian menjadi fasilitas wisata menimbulkan ancaman degradasi ekosistem. Ketergantungan ekonomi yang tinggi pada pariwisata dan komoditas tertentu juga menjadikan masyarakat rentan terhadap fluktuasi eksternal, seperti bencana alam atau krisis global. Infrastruktur pendukung, termasuk akses jalan dan pengelolaan sampah, masih belum memadai, sementara kesadaran masyarakat terhadap praktik pariwisata berkelanjutan masih perlu ditingkatkan.

Dengan demikian, Desa Sembalun memiliki kekayaan potensi di sektor pertanian dan pariwisata yang dapat mendorong pembangunan ekonomi lokal. Akan tetapi, pengelolaan yang tidak terencana berisiko menimbulkan kerusakan lingkungan dan ketidakstabilan ekonomi. Oleh karena itu, strategi pembangunan yang berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, akademisi, masyarakat, sektor swasta, dan media sangat diperlukan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan pelestarian budaya lokal, sehingga Desa Sembalun dapat berkembang sebagai destinasi unggulan berdaya saing nasional maupun internasional. (DYU)

 

 

Sumber :

Antaranews. (2024, September 5). Bupati Lombok Timur terima master plan Cemara Siu dari Menparekraf. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/4398273/bupati-lombok-timur-terima-master-plan-cemara-siu-dari-menparekraf

Portal Lombok Timur. (2025, Januari 15). Tanam raya perdana menuju swasembada bawang putih nasional. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. https://portal.lomboktimurkab.go.id/baca-berita-2416-tanam-raya-perdana-menuju-swasembada-bawang-putih-nasional.html