Aset desa merupakan barang milik desa yang berasal dari kekayaan asli desa, dibeli atau diperoleh atas beban anggaran pendapatan dan belanja desa atau perolehan lainnya yang didapat secara sah. Mengelola aset desa merupakan kewajiban bagi pengurus desa dalam merancang dan mengembangkan aset yang dimiliki oleh desa. Aset desa sendiri berupa tanah kas desa, tanah ulayat, pasar desa, pasar hewan, tambatan perahu, bangunan desa, pelelangan ikan, pelelangan hasil pertanian, hutan milik desa, mata air milik desa, pemandian umum, dan aset lainnya milik desa. Tetapi bagaimana masyarakat dapat perpartisipasi dalam mengelola aset desa? Ini menjadi pertanyaan bagi banyak kalangan.

Aset desa merupakan salah satu hal penting dalam menunjang pendapatan desa yang digunakan untuk jalannya operasional pemerintahan dan sebagai sumber daya pendapatan bagi desa. Sehingga mengelola aset desa menjadi kewajiban pemerintah desa. Pemerintah sudah memberikan wewenang kepada aparatur desa untuk mengelola aset desa agar terus berkembang dan menjadi bagian dalam mewujudkan desa mandiri. Untuk mewujudkan keinginan tersebut perlu adanya kerja sama dalam mengelola aset desa sehingga tidak hanya terpaku terhadap pemerintah desa dalam mengelola aset desa. Partisipasi warga diperlukan sebagai lembaga pengawasan untuk menjaga agar aset desa dikelola dengan semestinya.

Kerja sama untuk mewujudkan desa mandiri perlu adanya partisipasi dari warga desa dalam mengelola aset desa. Partisipasi warga sangat diperlukan dalam mengelola aset desa. Keberhasilan pengelolaan aset desa dipengaruhi oleh partisipasi masyarakat. Partisipasi warga desa dalam mengelola aset desa juga sebagai bentuk transparansi. Seperti yang terjadi di desa Karnataka, India partisipasi masyarakat dimulai dari penentuan pihak yang akan terlibat terdiri dari warga desa setempat, bukan warga luar. Sehingga pengelolaan aset desa dilakukan oleh warga sekitar dan memberdayakan seluruh sumber daya manusia yang dimiliki oleh desa dalam membangun dan mengelola aset desa.

Partisipasi masyarakat dalam mengelola aset desa juga bertujuan agar pembangunan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh desa itu sendiri. Mengelola aset desa agar lebih efektif dengan partisipasi warga dan keterlibatan warga dalam melaksanakan program yang bertujuan untuk mengembangkan aset desa. Partisipasi warga bisa mengefektifkan pengelolaan aset desa dengan model partisipasi warga, juga akan berdampak pada tanggung jawab warga dan pemberdayaan masyarakat untuk mengembangkan kemampuannya dalam membangun desa.

Pengelolaan yang efektif diharapkan dapat membuat sebuah hasil yang lebih baik dan sama dengan keinginan yang dimiliki oleh warga dan pemerintah desa. Mengelola aset desa dengan partisipasi warga juga membangun semangat untuk menuju keinginan bersama. Terdapat beberapa faktor dalam partisipasi masyarakat, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi karakteristik individu yang dapat mempengaruhi individu tersebut untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kedua faktor eksternal meliputi hubungan yang terjalin antara pihak pengelola dengan sasaran yang dapat mempengaruhi partisipasi karena sasaran akan denga sukarela terlibat dalam suatu proyek, jika sambutan pihak pengelola positif dan menguntungkan mereka.

Partisipasi warga dalam mengelola aset desa bisa lebih efektif dan memiliki dampak yang baik dalam lingkungan warga sekitar. Seperti makin erat hubungan antar warga sehingga solidaritas dalam kelompok semakin lebih tinggi. Partisipasi warga juga membuka lahan pekerjaan bagi warga sekitar sehingga bisa menunjang sektor ekonomi warga. Peran warga dalam mengelola aset desa juga membangun relasi antar warga dan membangun kultur gotong royong dalam membangun desa seperti yang dicita-citakan. (PCI-MG)