A. Latar Belakang

Karakter khusus dan ciri khas keunggulan desa saat ini, belum sepenuhnya dapat disajikan sebagai andalan atau prioritas yang dapat diangkat untuk mendukung pembangunan desa nya. Berbagai potensi yang ada di desa-desa seluruh Indonesia, belum terpublikasikan secara apik dalam berbagai media, sehingga dapat dinikmati bahkan menjadi destinasi bagi masyarakat baik dari Indonesia maupun mancanegara. Permasalahan ini pelan-pelan mulai dibenahi dengan meningkatkan kapasitas masyarakat agar semakin meningkat rasa memiliki dan partisipasi masyarakat, meningkatkan kemasan produk atau layanan menjadi menarik dan menjual, meningkatkan infrastruktur yang mendukung teknologi informasi untuk mendukung media promosi desa serta peningkatan sumber daya manusia dalam menciptakan branding kawasan yang berkarakter lokal.

Upaya untuk membuat keunikan dan perbedaan dengan produk lain yang sama agar mudah dikenali konsumen, mengembangkan branding melalui interaksi dengan berbagai elemen dan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang tidak biasa, praktis dan bisa menjawab permasalahan secara nyata, merupakan kunci dari dalam membangun sebuah branding yang kuat.

Identitas desa yang berdaya saing, mengacu pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa beserta peraturan turunannya. Dengan didukung oleh lima dimensi yakni (1) pelayanan dasar; (2) kondisi infrastruktur; (3) aksesibilitas/ transportasi; (4) pelayanan public; dan (5) penyelenggaraan pemerintahan. Lima dimensi ini diperkuat dengan tiga dimensi tambahan untuk mewujudkan identitas desa berdaya saing yakni (6) produk; (7) budaya; dan (8) destinasi.

Branding desa adalah perencanaan dan perancangan pembangunan desa (brand desa) dan produk turunannya di bidang ekonomi, pariwisata, budaya dan lain-lain (brand produk). Identitas yang jelas dan konsisten agar dapat terus diingat dan menimbulkan rasa percaya menjadi satu hal yang penting dalam proses penyusunan branding kawasan dalam berbagai media. Branding kawasan ini akan dapat mendukung promosi desa yang telah dilakukan sebelumnya, dan juga akan mampu meningkatkan awareness mengenai desa tersebut baik di benak mayarakat maupun calon wisatawan yang akan berkunjung.

 

B. Tujuan

Tujuan kegiatan Penyusunan Branding Kawasan ini adalah:

    1. Menciptakan sarana untuk memperkenalkan potensi desa;
    2. Meningkatkan image positif terhadap produk dan layanan yang diberikan desa;
    3. Memberikan kesadaran kepada masyarakat akan potensi dan keunggulan yang dimiliki desa;
    4. Menciptakan posisi desa dalam mempertahankan upaya pemberdayaan masyarakatnya

 

C. Dasar Hukum

Dasar hukum yang digunakan dalam kegiatan Penyusunan Branding Kawasan adalah:

    1. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek;
    2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan;
    3. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta;
    4. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016 tentang Desa;
    5. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;
    6. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa;
    7. Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Kampanye Pencitraan Indonesia;
    8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Kekayaan Desa;
    9. Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 14 tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan;

 

 

D. Sasaran

Sasaran pelaksanaan kegiatan Penyusunan Branding Kawasan ini adalah:

    1. Terciptanya sarana untuk memperkenalkan potensi desa;
    2. Adanya peningkatan image positif terhadap produk dan layanan desa ;
    3. Terbentuknya kesadaran masyarakat akan potensi dan keunggulan yang dimiliki desa ;
    4. Terciptanya posisi desa dalam mempertahankan upaya pemberdayaan masyarakatnya.

 

E. Metodologi

Metodologi pelaksanaan Penyusunan Branding Kawasan ini meliputi:

1. Tahap Persiapan

Tahap persiapan meliputi koordinasi dengan pihak desa, penyusunan rencana kerja pelaksanaan, mobilisasi personil dan persiapan pelaksanaan survey awal pengumpulan data

2. Tahap Pengumpulan Data

Pengumpulan data primer kawasan terkait gambaran umum, letak geografis, visi dan misi desa, sejarah, produk dan layanan jasa, kelembagaan desa, struktur organisasi desa, mitra desa, kompetitor desa dengan produk sejenis dan promosi desa yang sudah dilakukan saat ini.

Pengumpulan data sekunder meliputi kajian yang sudah dilakukan sebelumnya, regulasi di daerah dan kebijakan terkait.

3. Tahap Analisis Data

Tahap analisis data meliputi analisis SWOT dengan membandingkan produk layanan desa dengan desa lain yang sejenis. Dilanjutkan dengan identifikasi potensi dan permasalahan kawasan untuk mengetahui prioritas produk dan layanan yang akan dikembangkan.

Tahap ini dapat dilakukan dengan metode FGD yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam penemuan potensi dan masalah;

4. Tahap Penyusunan Konsep Branding Kawasan

Tahap Penyusunan Konsep Branding Kawasan dilakukan dengan menentukan produk dan layanan prioritas, menentukan karakter unik yang membedakan , dan menentukan image positif kawasan.

Tahap ini melibatkan masyarakat, pemerintah desa dan pemerintah daerah.

5. Tahap Penyusunan Branding Kawasan

Penyusunan branding kawasan diawali dengan brand identity, visual identity, segmentasi pasar, penyusunan strategi positioning, penentuan unique selling proposition dan penentuan media promosi desa

6. Tahap Penyusunan Media Promosi Desa

Penyusunan media promosi desa diawali dengan penyusunan konsep kreatif dan standar visual mulai dari logo, warna, tipografi dan lay out. Pemilihan media yang akan digunakan untuk promosi desa baik untuk media ruang luar (outdoor) berupa papan nama, penanda, dll, media cetak berupa kartu nama, sticker dll maupun media lini bawah berupa kaos, mug dll.

 

F. Lokasi Pelaksanaan Pekerjaan

Pelaksanaan pekerjaan berada di Desa ………………., Kecamatan ……………….., Kabupaten ………………………………

 

G. Jangka Waktu Pelaksanaan

Jangka waktu pelaksanaan Penyusunan Branding Kawasan adalah selama 3 (tiga) bulan setelah kontrak ditandatangani.

 

H. Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung

Tenaga ahli yang terlibat dalam Penyusunan Branding Kawasan ini adalah :

    1. Tenaga ahli Perencanaan Wilayah
    2. Tenaga ahli Komunikasi Publik
    3. Tenaga ahli Desain Grafis

Tenaga pendukung yang terlibat adalah surveyor dan operator grafis.

 

I. Keluaran

Keluaran kegiatan Penyusunan Branding Kawasan ini meliputi :

    1. Dokumen Branding Desa
    2. Media promosi desa (leaflet, booklet, banner dll)
    3. Website desa