Desa memasok hampir seluruh kebutuhan pangan nasional. Alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan bukan pertanian akan menyebabkan penurunan produksi pangan nasional. Dewasa ini, berbagai isu lingkungan muncul sebagai akibat dari pembangunan yang tidak memperhatikan aspek lingkungan, sehingga mengakibatkan berkurangnya luas lahan pertanian. Kondisi semacam ini mengancam ketahanan pangan nasional dan akhirnya menyebabkan krisis pangan hingga meningkatkan kuantitas impor bahan pangan dari luar negeri.

Lahan pertanian di desa juga semakin berkurang dengan adanya pertumbuhan penduduk yang menggeser fungsi lahan pertanian sehingga mengurangi jumlah produksi pangan. Berkurangnya produksi pangan juga dipengaruhi oleh jumlah petani yang semakin menurun karena para penerusnya lebih memilih untuk pergi ke kota mencari pundi – pundi uang. Petani dianggap sebagai profesi yang kurang menjanjikan di masa depan.

Petani menjadi aktor utama dalam produksi  pangan di Perdesaan
Sumber gambar: www.radarcirebon.com

Tren jumlah penduduk yang terus meningkat juga diikuti dengan peningkatan kebutuhan pangan. Peningkatan kebutuhan pangan harus dipenuhi dengan penyediaan lahan untuk produksi pertanian pangan. Mempertahankan fungsi desa sebagai produsen pangan nasional menjadi salah satu solusi untuk menjaga kemandirian pangan nasional agar terhindar dari krisis pangan di masa depan.

Pada umumnya kegiatan utama ekonomi masyarakat desa adalah produksi pangan dan bahan – bahan mentah. Kegiatan yang dilakukan di desa juga bergantung pada alam seperti ladang, sungai, dan sumber daya alam sekitar. Masyarakat desa saat ini masih bergantung pada satu jenis tanaman pangan yaitu padi. Pemanfaatan jenis tanaman pangan lain belum dilakukan masyarakat, karena permintaan produk pertanian pangan selain padi masih rendah. Perlunya pemanfaatan jenis tanaman pangan selain padi merupakan salah satu cara agar masyarakat mempunyai alternatif ketika padi tidak bisa mencukupi kebutuhan pangan yang ada di desa.

 

Hasil produk pertanian desa selain padi bisa berupa singkong, sagu, buah – buahan, atau sayur – sayuran.
Sumber: Desa Pandowoharjo, Sleman.

Desa mandiri pangan menjadi strategi untuk memantapkan ketahanan pangan nasional dan menjaga Indonesia dari krisis pangan di masa depan. Desa Mandiri Pangan memiliki tujuan untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat perdesaan dalam mengelola sumber daya yang dimiliki secara optimal hingga dapat mencapai kemandirian pangan.

Infrastruktur pendukung pertanian memiliki peran vital untuk mewujudkan desa mandiri pangan.
Sumber gambar: www.infopublik.id

Desa mandiri pangan bersifat lintas sector, dimana dalam proses pelaksanaannya memerlukan sinergitas antara instansi dan stakeholders terkait. Berbagai kegiatan di desa untuk mewujudkan Desa Mandiri Pangan dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat agar mereka memiliki kemampuan yang cukup dalam memenuhi kebutuhan pangan di desa secara mandiri. Desa mandiri pangan adalah desa yang mampu menyediakan lahan produktif dan infrastruktur penunjang untuk menghasilkan tanaman pangan, sehingga desa yang dapat memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakatnya, desa yang bisa memasarkan hasil pertanian pangannya dengan baik, desa yang petaninya sejahtera, dan desa yang selalu berinovasi mengembangkan pertanian.

Hasil produk pertanian yang siap dipasarkan.
Sumber: Desa Pandowoharjo, Sleman.

Contoh pemberdayaan masyarakat dalam Desa Mandiri Pangan di Kabupaten Kendal adalah Desa Margosari, Kecamatan Limbangan. Pelaksanaan desa mandiri pangan di Desa Margosari dilaksanakan secara terpadu dengan mengintegrasikan potensi sumber daya alam dengan kapasitas sumber daya manusia. Contoh kegiatan Desa Mandiri Pangan di Desa Margosari berupa budidaya ternak yaitu penyediaan lumbung desa untuk cadangan pangan, peternakan kambing, dan pemberdayaan Kelompok Wanita Tani agar dapat mengembangkan program – program kemandirian pangan berbasis masyarakat.

Contoh lain desa mandiri pangan diterapkan di Desa Pandowoharjo di Sleman DIY. Melalui pemberdayaan BUMDes, Desa Pandowoharjo melaksanakan berbagai kegiatan dengan tujuan menjaga ketahanan pangan lokal. Kegiatan tersebut diantaranya kegiatan menanam sayuran, pengembangan produk makanan berbasis non beras, pengembangan pertanian terpadu, budidaya domba dan ikan, serta produksi pupuk kompos.

Usaha BUMDesa Amarta Pandowoharjo
Sumber: Desa Pandowoharjo, Sleman.

 

Tantangan kebutuhan pangan di masa depan adalah masalah yang harus dijawab dalam perencanaan desa. Alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan perumahan menunjukkan adanya ancaman krisis pangan. Ancaman tersebut diperparah dengan isu permasalahan sisa lahan pertanian yang tersedia saat ini belum tentu merupakan lahan produktif dan hingga saat ini belum ada inovasi pertanian yang bisa menyelesaikan masalah lahan yang sempit untuk mencukupi kebutuhan pangan.

Penyebab lahan pertanian semakin berkurang dikarenakan desa – desa di Indonesia belum mempunyai kebijakan untuk mempertahankan lahan pertanian. Kebijakan dan rencana pembangunan desa untuk melestarikan lahan pertanian berguna untuk mencegah alih fungsi lahan secara tidak terencana.  Perencanaan desa untuk menciptakan desa mandiri pangan sangat diperlukan. Kebutuhan pangan di Indonesia bisa secara mandiri apabila pembangunan desa atas dasar pelestarian lahan pertanian dan infrastruktur pendukungnya. Melalui gerakan desa mandiri pangan, Indonesia akan terhindar dari krisis pangan di masa depan. (BVY & PDS)

 

 

 

Daftar Pustaka:

Artikel ini mengambil referensi dari jurnal https://media.neliti.com/media/publications/103642-ID-pemberdayaan-masyarakat-berbasis-desa-ma.pdf

https://dkp.indramayukab.go.id/desa-mandiri-pangan-demapan/