Penghulu Dayun, Nasya Nugrik, menyampaikan bahwa sepanjang bulan Januari hingga bulan Juli tahun 2022, tercatat sebanyak 64.241 wisatawan berkunjung ke Desa Dayun, dengan puncak kunjungan pada bulan Mei sebanyak 32.976 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan kunjungan yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Desa Dayun, yang awalnya dikenal sebagai desa dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kini bertransformasi menjadi destinasi wisata berbasis edukasi dan lingkungan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, dalam kunjungan ke desa tersebut menegaskan bahwa, Desa Dayun mampu bersaing dari 3.419 desa wisata di 34 provinsi dan berhasil menjadi juara 1 nasional dalam kategori kelembagaan desa wisata. Prestasi ini penting karena kelembagaan adalah aspek fundamental dalam keberlanjutan desa wisata. Artinya, partisipasi masyarakat, tata kelola kelembagaan, dan kemandirian ekonomi lokal di Desa Dayun diakui secara nasional. Dengan jumlah kunjungan yang terus bertambah, Desa Dayun menjadi contoh bagaimana desa bisa bertransformasi menjadi pusat ekonomi baru melalui sektor pariwisata.

Menurut Kemenparekraf, Embung Terpadu Dayun, yang awalnya digunakan sebagai cadangan air pencegah karhutla, kini bertransformasi menjadi destinasi wisata buatan dan edukasi. Embung dengan luas sekitar 6.000 m² ini menjadi pusat aktivitas wisata. Di sini, pengunjung bisa menikmati wisata air, outbound, jembatan goyang, hingga flying fox. Hal ini membuat Desa Dayun tidak hanya menarik wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan dari luar daerah yang tertarik dengan konsep wisata edukasi lingkungan.

Selain embung, Info Publik Kemenkominfo menuliskan bahwa, Desa Dayun juga menawarkan wisata religi dengan adanya Makam Tuk Antan Berdarah Putih dan produk ekonomi kreatif berbasis buah semangka. Hal ini memperkaya atraksi desa tersebut, sehingga wisatawan tidak hanya datang untuk rekreasi alam, tetapi juga untuk wisata religi dan pengalaman budaya. Diversifikasi atraksi ini penting agar wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk datang dan tinggal lebih lama, yang pada akhirnya meningkatkan belanja lokal dan kesejahteraan warga.

Dari sisi aksesibilitas, BPS Kabupaten Siak dalam publikasi Kecamatan Dayun dalam Angka 2024 menyatakan bahwa Desa Dayun berada pada jarak sekitar 18 km dari ibu kota kabupaten. Kedekatan ini memudahkan akses transportasi, distribusi produk UMKM, dan logistik kegiatan wisata. Data ini juga memberi dasar bagi perencanaan kapasitas layanan, seperti penginapan, area parkir, dan fasilitas sanitasi, agar pertumbuhan kunjungan tidak menimbulkan beban berlebih pada lingkungan dan masyarakat.

Sandiaga Uno menegaskan bahwa Desa Dayun dulunya langganan karhutla, kini bertransformasi menjadi desa wisata mandiri yang menjadi contoh bagi desa lain. Transformasi ini tidak hanya fisik tetapi juga sosial. Masyarakat Desa Dayun kini lebih aktif dalam pengelolaan wisata melalui Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), UMKM, dan produk kreatif. Dukungan kelembagaan inilah yang menjadi alasan Desa Dayun bisa memenangkan ADWI 2022.

Lebih jauh, pemerintah daerah juga menjadikan Desa Dayun sebagai model desa wisata dalam pembangunan wilayah. Dengan dukungan data spasial dan sosial-ekonomi dari BPS, desa ini punya peluang besar untuk terus berkembang sebagai pusat wisata edukasi berbasis lingkungan yang berdaya saing nasional.

Desa Wisata Dayun menunjukkan bahwa pembangunan desa berbasis wisata bisa berhasil bila ada kombinasi atraksi menarik, kelembagaan kuat, dan data akurat untuk mendukung perencanaan. Tantangan ke depan adalah menjaga kualitas lingkungan embung, memperkuat fasilitas homestay dan sanitasi, serta mengelola arus wisatawan pada masa puncak. Jika hal ini dilakukan, Desa Dayun tidak hanya mempertahankan prestasinya, tetapi juga membuka jalan bagi desa lain di Provinsi Riau untuk mengembangkan potensi wisata mereka. (AKh)

 

Daftar Pustaka

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2022). Unggulkan Wisata Edukasi dan Buatan, Desa Wisata Dayun Masuk 50 Besar ADWI 2022. kemenparekraf.go.id

InfoPublik (Kemenkominfo). (2022). Dikunjungi Sandiaga, Begini Pesona Desa Wisata Dayun Siak. infopublik.id

Detikcom. (2022). Raih Juara 1 ADWI, Desa Wisata Dayun di Riau Dulunya Langganan Karhutla. detik.com

Media Center Riau. (2022). Sepanjang Tahun 2022, 64.241 Wisatawan Bertandang ke Desa Dayun. mediacenter.riau.go.id

Badan Pusat Statistik Kabupaten Siak. (2024). Kecamatan Dayun dalam Angka 2024. bps.go.id