Pemetaan sosial adalah kegiatan menemukenali dan mendalami kondisi lingkungan fisik maupun sosial ekonomi masyarakat. Pemetaan sosial bersama masyarakat akan menghasilkan pemahaman yang lebih luas atas suatu fenomena yang terjadi di desa, sehingga bisa diidentifikasi lebih lanjut. Pemetaan sosial dapat membantu identifikasi potensi dan akar masalah yang dihadapi oleh masyarakat desa. Pemetaan sosial bermanfaat untuk memunculkan ide – ide inovatif dalam mengembangkan potensi dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

Semen Gresik Pabrik Rembang mengawali pelaksanaan program CSR dengan melakukan pemetaan sosial di 6 desa sekitar pabrik. Informasi tentang kebutuhan masyarakat akan program CSR digali secara lebih mendalam sehingga menciptakan program – program yang memang sesuai dan dapat dilaksanakan. Perwakilan masyarakat desa berembuk memberikan rekomendasi program CSR yang bisa dilaksanakan di desanya.

Sumber foto: PT. Semen Gresik (*diambil sebelum pandemi covid 19)

Informasi hasil pemetaan sosial menjadi dasar perumusan program dan juga kebijakan yang berlaku dalam pelaksanaan CSR. Implementasi CSR PT. Semen Gresik Pabrik Rembang ditempatkan dalam konteks pemberdayaan masyarakat desa. Pemetaan sosial membantu mensinergikan program CSR PT. Semen Gresik dengan berbagai program pembangunan desa. Contoh sinergi antara PT. Semen Gresik Pabrik Rembang dan desa dampingannya merupakan contoh pengembangan jejaring kemitraan dalam pembangunan desa. Kemitraan antara PT. Semen Gresik Pabrik Rembang dan desa dampingannya diawali dengan pemetaan sosial.

Semen Gresik Pabrik Rembang sebagai perusahaan yang bergerak di bidang produksi semen memiliki pabrik berlokasi di Kabupaten Rembang. PT. Semen Gresik Pabrik Rembang berkomitmen mewujudkan visi misi perusahaan yang didukung dengan pelaksanaan program CSR di 6 desa sekitar pabrik. Desa – desa dampingan PT. Semen Gresik Pabrik Rembang adalah Desa Kadiwono, Desa Kajar, Desa Pasucen, Desa Timbrangan, Desa Tegaldowo di Kabupaten Rembang serta Desa Ngampel di Kabupaten Blora.

Pemetaan sosial yang dilakukan oleh PT. Semen Gresik Pabrik Rembang menghasilkan program CSR yang bermanfaat bagi masyarakat di desa dampingannya. Contoh program CSR PT. Semen Gresik yang dihasilkan dari pemetaan sosial antara lain:

 

  1. Pembangunan Embung Tegaldowo

Pembangunan embung di Desa Tegaldowo ini direkomendasikan oleh para petani karena mengalami kesulitan air untuk mengairi sawah. Manfaat dari program pembangunan embung ini adalah petani tidak kesulitan dalam mengairi sawah walau sedang musim kemarau. Program pembangunan embung ini berhasil membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian di desa.

 

  1. Pemanfaatan Pekarangan dan Pengembangan Pangan Lokal (P4L)

Permasalahan yang dihadapi desa adalah masalah rendahnya kesehatan dan gizi anak, maka program P4L dilaksanakan untuk mengatasi masalah tersebut. Program P4L bertujuan untuk meningkatkan gizi keluarga di desa dampingan Semen Gresik. Berkat adanya program P4L berhasil membuat rumah tangga bisa memproduksi sayur dan buah untuk konsumsi ataupun dijual.

 

  1. Sahabat Santri

Budaya kegiatan keagamaan yang masih kental di desa dampingan PT. Semen Gresik Pabrik Rembang membuat program Sahabat Santri ini dilaksanakan. Hasil pemetaan sosial menunjukkan bahwa setiap desa memiliki kegiatan keagamaan yang dapat dikembangkan. Selain itu, usia penduduk yang mendominasi di desa adalah anak usia sekolah. Hal itu membuat program Sahabat Santri fokus untuk meningkatkan nilai moral dan ilmu agama bagi anak di desa, sehingga kelak dapat menjadi generasi penerus pembangunan desa dengan kapasitas yang lebih baik.

Pemetaan sosial sangat penting untuk dilakukan sebagai langkah awal dalam pembangunan desa. PT. Semen Gresik Pabrik Rembang telah sukses melakukan pembangunan desa melalui program CSR nya. Pemetaan sosial menjadi salah satu kunci kesuksesan PT. Semen Gresik Pabrik Rembang dalam melaksanakan program CSR. Pemetaan sosial bukan hanya untuk program CSR saja, namun bisa juga dimanfaatkan untuk program – program lain yang berkaitan dengan pembangunan desa. Pada akhirnya hasil pemetaan sosial harus dipublikasikan melalui profil desa agar lebih mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat desa yang ada di sekitar pabrik. Mari awalai program CSR dengan Pemetaan Sosial ! (BVY).