Dalam satu dekade terakhir, kawasan perdesaan mulai dipandang sebagai paradigma baru pembangunan nasional. Hal tersebut salah satunya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur desa yang juga merupakan bagian dari pembangunan nasional. Pembangunan infrastruktur desa meliputi penyediaan prasarana air minum, irigasi pertanian, drainase, pengembangan jaringan internet dan telekomunikasi, embung dan lain sebagainya.

Pembangunan infrastruktur di desa seringkali menemui kendala berupa minimnya partisipasi masyarakat. Sebagai akibatnya, infrastruktur yang telah dibangun tidak termanfaatkan dengan maksimal karena akses masyarakat dalam memanfaatkannya terbatas. Tidak dilibatkannya masyarakat dalam pembangunan infrastruktur juga dapat menimbulkan rasa kurang memiliki akan infrastruktur yang dibangun sehingga perawatan operasional cenderung banyak dihiraukan.

Pembangunan infrastruktur desa berbasis masyarakat merupakan salah satu langkah strategis yang perlu dilakukan untuk mewujudkan desa yang mandiri. Masyarakat desa hendaknya dilibatkan sebagai subyek pembangunan sehingga infrastruktur yang telah dibangun berkelanjutan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Mengutip dari buku masterplandesa.com menjawab, beberapa pertanyaan dan jawaban berikut dapat membantu kita untuk memahami apa itu infrastruktur berbasis masyarakat.

 

Apa makna dari infrastruktur berbasis masyarakat?

Infrastruktur yang dibangun berbasis pada kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat secara sadar mau merawat dan mengelolanya. Infrastruktur berbasis masyarakat berarti memberikan peran lebih kepada masyarakat untuk mendukung kemanfaatan infrastruktur desa. Kedepannya, diharapkan masyarakat desa dapat lebih mandiri dalam merencanakan dan menggunakan infrastruktur desa.

 

Bagaimana pelibatan peran pemda dan masyarakat dalam meningkatkan komitmen dan tanggung jawab memelihara infrastruktur berbasis masyarakat?

Kuncinya adalah komunikasi antar pemangku kepentingan. Perlu keterlibatan peran dari pihak – pihak non pemerintah seperti akademisi, swasta, nirlaba dan lainnya untuk mendorong dan memperkuat peran pemerintah. Akademisi sebagai salah satu fasilitator, peran utamanya tetap masyarakat itu sendiri. Mahasiswa dibutuhkan dalam pemanfaatan media komunikasi yang berbasis teknologi.

 

Bagaimana memanfaatkan material lokal untuk membangun infrastruktur desa?

Caranya yaitu membuat standar harga dan volume material lokal sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara keuangan dan dimasukkan dalam standar harga satuan pemerintah daerah tersebut.

Sebagai gambaran seringkali desa yang didampingi jauh dari toko material, sehingga jika dipaksakan dengan material lokal maka kualitas infrastruktur yang terbangun perlu diukur kembali. Kondisi seperti itu membuat material lokal tidak bisa dinilai dengan harga satuan. Oleh karena itu, biasanya penggunaan material lokal dikoordinasikan, dengan pemerintah desa dan kecamatan.

Meningkatnya kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan merupakan salah satu tujuan pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat. Pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat juga diharapkan dapat mendayagunakan sumber daya dan tenaga kerja lokal dalam pembangunan. Agar berhasil dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat, desa perlu melakukan kemitraan dengan berbagai pihak seperti dengan akademisi, yayasan, swasta dan lain sebagainya. (OBS)

 

 

Sumber:

Paramita, M. (2022). masterplandesa.com Menjawab. Yayasan Hunian Rakyat Yogya