Dalam menghadapi bencana, desa tangguh bencana harus bersiap dan tanggap demi menjaga keberlangsungan ekonomi desa hingga kehidupan warganya. Bencana datangnya sering tak terduga, sehingga desa tangguh bencana harus siap membentuk sistem pendukung tangguh bencana yang dapat menjadi penopang kehidupan desa di kala desa harus menghadapi bencana.

Desa Panggungharjo yang merupakan Desa Terbaik Nasional 2014 dikenal sebagai desa yang memiliki beragam inovasi teknologi dan program-program yang berorientasi pada pengembangan potensi dan bentang kekayaan sumber daya di desa. Seri webinar masterplandesa #1 yang dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2020 menghadirkan Bapak Wahyudi Anggoro Hadi, Kepala Desa Panggungharjo yang sudah aktif mendampingi Desa Panggungharjo sejak tahun 2013. Pada webinar masterplandesa yang pertama ini, Pak Wahyudi menyampaikan tentang pentingnya melihat sebuah krisis atau bencana sebagai kesempatan untuk menata ulang berbagai aspek kehidupan di desa, baik secara sosial, kesehatan, maupun ekonomi. Dalam menghadapi bencana, sudah saatnya kita menjadi subjek, bukan menjadi objek. Kita harus menjadi bagian dari penggerak desa untuk tetap tangguh bencana.

Di Desa Panggungharjo, cara untuk menjadi desa tangguh bencana dalam menghadapi masa pandemi setidaknya ada 2, yaitu:

  1. Memenuhi hak sipil

Desa Panggungharjo meluncurkan aplikasi web MITIGASI DAMPAK KLINIS yang dapat diakses melalui website dan smartphone. Aplikasi ini dapat melakukan monitoring dan asistensi klinis yang dibantu oleh para relawan medis di Desa Panggungharjo. Pemetaan dampak klinis dan dampak sosial masyarakat dilakukan melalui aplikasi ini. Dari aplikasi ini tercatat bahwa 8.400 KK dari 9.300 KK yang ada di Desa Panggungharjo terdampak secara ekonomi, dari tingkat rentan, cukup rentan, hingga sangat rentan.

  1. Mengakuisisi pasar melalui satu platform digital

Sejak pandemi, Kampung Mataraman yang merupakan sumber pemasukan utama BUMDes Panggung Lestari, Desa Panggungharjo mengalami penurunan omset yang sangat drastis. Biasanya, dari total 6 miliar pemasukan tahunan Desa Panggungharjo, 4 miliar berasal dari Kampung Mataraman. Dengan ditutupnya Kampung Mataraman karena pandemi, secara otomatis pemasukan utama sebesar 4 miliar tidak dapat dicapai oleh Desa Panggungharjo pada tahun 2020 ini.

Untuk tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari warga sekaligus menyediakan wadah untuk tetap dapat berdagang atau berjualan, pemerintah desa bersama dengan BUMDes Panggung Lestari merevitalisasi program BUMDes dengan menginisiasi pasardesa.id. Pasardesa.id diciptakan untuk pencegahan kerawanan pangan yang sangat mungkin terjadi akibat bencana, termasuk bencana pandemi. Selain itu, keberadaan pasardesa.id diciptakan untuk mendukung program padat karya tunai desa.

*Artikel ditulis berdasarkan Seri Webinar Masterplandesa #2 “Desa Wisata Bangkit Pasca Bencana”, Jumat, 15 Mei 2020

 

Pasardesa.id berperan sebagai pendukung penyaluran BLT Dana Desa, dari uang tunai menjadi barang kebutuhan pokok warga desa. Penyaluran ini tidak hanya bermanfaat bagi penerima manfaat tapi juga memperkuat ekonomi desa dengan adanya perputaran uang di dalam desa.  Keberadaan pasardesa.id menjadi penolong Desa Panggungharjo di dalam kondisi ekonomi yang sulit ini. Sejak diluncurkan pada pertengahan April, omset yang didapatkan oleh pasardesa.id sudah melebihi angka 100 juta rupiah, dengan sekitar 3000 unit transaksi penjualan, 1000 produk terjual, dan pengembangan kemitraan dengan 57 mitra pasok.

Pasardesa.id memperluas nilai manfaat BLT Dana Desa. Pasardesa.id mengubah BLT Dana Desa menjadi kebutuhan pokok yang disalurkan seperti beras, gula, telur, minyak, sayuran, bumbu dapur, ikan/ayam, dan tahu/tempe. Hingga saat ini pasardesa.id sudah menyalurkan BLT Dana Desa sebesar 35,74 miliar berbentuk e-wallet yang diubah menjadi barang kebutuhan pokok bagi 19.860 keluarga atau kelompok penerima manfaat (KPM). Pasardesa.id bukan hanya memperkuat fungsi Dana Desa sebagai jaring pengaman sosial, tapi juga membangun ketahanan perekonomian desa. Saatnya revitalisasi BUMDes untuk menuju Desa Tangguh Bencana! (MEIP-CARITRA)