Bagaimana desa wisata dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19?

Wabah pandemi Covid-19 memberi pengaruh terhadap keberlangsungan industri pariwisata, termasuk desa wisata. Survei yang dilakukan Desa Wisata Institute tentang pengaruh wabah covid-19 terhadap kondisi masyarakat di desa wisata menunjukkan bahwa seluruh desa wisata yang menjadi responden telah menutup kegiatan usaha wisatanya karena wabah pandemi covid-19 yang mengancam kesehatan masyarakat. Namun terdapat satu kekuatan yang menjadi keuntungan dari desa wisata yaitu tidak hilangnya pekerjaan utama masyarakat sebagai upaya bertahan di tengah Covid-19.

Kekuatan dari desa wisata tersebut dapat dibuktikan dengan 89,6 persen masyarakat di desa wisata masih memiliki pekerjaan pokok di luar pariwisata seperti petani, pekerja swasta, pengrajin, dan lainnya. Sementara sisanya, sebanyak 11,3 persen masyarakat yang benar – benar terdampak dan tidak memiliki pekerjaan lain selain pariwisata di masa pandemi Covid-19 ini. Kekuatan yang dimiliki desa wisata mengindikasikan karakter kemandirian yang sebenarnya sudah dimiliki oleh masyarakat di desa wisata, sebelum adanya pandemi Covid-19.

Meskipun destinasi wisata untuk sementara ditutup, namun apabila dilihat dari sisi positif sebenarnya desa wisata saat ini sedang dalam tahap pengembangan wisata di tengah wabah pandemi Covid-19. Adanya wabah pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi desa wisata untuk berupaya mengistirahatkan destinasi, khususnya yang berbasis alam. Dalam momentum ini bukan berarti pengelola desa wisata tidak melakukan sesuatu, namun pengelola desa wisata dituntut untuk dapat mempersiapkan strategi ke depan pasca wabah pandemi Covid-19.

Belajar dari Desa Nglanggeran

Sama seperti desa wisata yang lain, destinasi wisata di Desa Wisata Nglanggeran ditutup untuk sementara sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan selama pandemi Covid-19. Dengan keputusan tersebut, membuat para pengelola objek desa wisata memutar otak untuk menjaga semangat mempromosikan wisata andalan mereka.

Desa Wisata Nglanggeran punya usaha, strategi, dan langkah unik dalam menghadapi masa-masa darurat Covid-19. Desa Wisata Nglanggeran menyiapkan paket wisata digital, bertajuk Virtual Tour Desa Wisata Nglanggeran. Program Virtual Tour Desa Wisata Nglanggeran adalah berupa kegiatan wisata atau jalan – jalan yang dilakukan secara daring atau online. Dalam virtual tour Desa Wisata Nglanggeran peserta akan diajak untuk menjelajah destinasi-destinasi pilihan dan juga akan diberikan penjelasan mengenai destinasi pariwisata yang akan dituju di Desa Wisata Nglanggeran, layaknya berwisata dengan jasa tour guide.

Program Virtual Tour Desa Wisata Nglanggeran bekerja sama dengan komunitas Pirtual Project yaitu komunitas yang diinisiasi mahasiswa Magister Pariwisata Berkelanjutan Universitas Padjajaran, Ina Geo, Wisata Sekolah, Seruang, Outing.id, dan Caventer. Virtual Tour Desa Wisata Nglanggeran mengajak peserta menikmati detail jalan-jalan di Gunung Api Purba, Embung Nglanggeran, Air Terjun Kedung Kandang, Griya Cokelat Nglanggeran, Homestay serta Kampung Pitu. Akan disampaikan juga kondisi terbaru obyek-obyek wisata di Nglanggeran itu pada masa Covid-19.

Adanya wabah pandemi Covid-19 ini harusnya tidak mengurangi semangat dalam membangun desa melalui pengembangan pariwisata. Momentum ini menjadi kesempatan bagi pengelola desa wisata untuk melakukan upaya perbaikan fasilitas, peningkatan pelayanan, keterampilan, maupun melakukan inovasi seperti yang dilakukan Desa Wisata Nglanggeran. Kami juga percaya setelah wabah pandemi Covid-19 berakhir, industri pariwisata khususnya desa wisata akan kembali tumbuh dan menjadi lebih baik. (MEIP/CARITRA)