BUMDes sukses adalah BUMDes yang dapat mengoptimalkan pemanfaatan dana desa dan mewadahi kegiatan ekonomi masyarakat desa dengan baik. BUMDes sukses harus dapat menjadi lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. BUMDes sukses merupakan pilar kegiatan ekonomi di desa yang berfungsi sebagai lembaga sosial (social institution) dan komersial (commercial institution). BUMDes yang sukses mampu berperan sebagai lembaga sosial yang berpihak pada kepentingan masyarakat melalui kontribusinya dalam penyediaan pelayanan sosial. Keberadaan BUMDes sukses sebagai lembaga komersial bertujuan untuk mencari keuntungan melalui penawaran sumber daya lokal ke pasar.

Pada awal pendiriannya di tahun 2014, jumlah BUMDes hanya sekitar 1.022 di seluruh Indonesia. Pada tahun 2017 jumlah BUMDes mengalami kenaikan signifikan hingga 18.000 BUMDes. Hingga kini, total jumlah BUMDes di Indonesia sudah mencapai sekitar 40.000 meskipun belakangan diketahui bahwa hampir separuh dari jumlah tersebut mangkrak dan belum berkembang secara optimal menjadi BUMDes sukses. Lantas, adakah kisah dari sebuah BUMDes sukses yang dapat menginspirasi BUMDes lainnya?

 

Kisah BUMDes sukses: berawal dari keinginan untuk mengolah sampah

 

BUMDes Amarta yang berlokasi di Desa Pandowoharjo, Sleman, adalah salah satu BUMDes sukses di D.I. Yogyakarta yang menjadi rujukan bagi ribuan BUMDes lainnya untuk belajar membangun manajemen usaha BUMDes sukses yang inovatif, terus berkembang, inovatif, dan selalu terbuka pada prospek baru meskipun tidak langsung berskala besar. BUMDes Amarta awalnya berfokus pada pengelolaan sampah. Hal ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menyediakan lingkungan yang sehat dan bersih bagi masyarakat. BUMDes Amarta mengelola Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) yang belum dikelola dengan baik. BUMDes Amarta melihat sampah sebagai potensi dan peluang untuk mengembangkan BUMDes yang sukses dengan memberikan banyak manfaat kepada masyarakat desa. BUMDes Amarta memulai usaha dengan memilah sampah yang dikumpulkan oleh tukang sampah dari rumah, warung, hingga restoran terkenal di Yogyakarta yang berlokasi tidak jauh dari BUMDes Amarta, yaitu Jejamuran. Setelah sampah disetor ke TPS, sampah dipilah berdasarkan tiga kategori yaitu sampah organik, sampah anorganik, dan sampah residu. Proses pemilahan dilakukan secara cepat sebelum menumpuk terlalu lama dan menimbulkan bau. Sampah anorganik dipilah menjadi beberapa bagian, yaitu botol, kardus, dan plastik untuk dijual. Sisa sampah anorganik yaitu sampah residu dikirimkan ke TPA yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman. Sampah organik difermentasi untuk diolah menjadi kompos dan memakan waktu kurang lebih 3 hingga 4 minggu. Proses pembuatan kompos bekerja sama dengan akademisi dari Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.

 

Pendekatan BUMDes Sukses: pendekatan keuntungan sosial, bukan semata keuntungan ekonomi

Sejak awal, BUMDes Amarta tidak menjadikan keuntungan secara ekonomi atau materi sebagai tolak ukur kesuksesan. BUMDes Amarta menjadikan keuntungan sosial sebagai target utama sekaligus pendekatan dalam membangun BUMDes sukses. Pendekatan manfaat sosial untuk membangun BUMDes sukses dilakukan dengan meyakinkan masyarakat bahwa BUMDes bermanfaat untuk masyarakat dan memperlihatkan kepada masyarakat dampak-dampak positif dari bukti kinerja BUMDes. Kebersihan dan lingkungan desa yang sehat dengan mengolah sampah di desa adalah bukti kinerja pertama yang dicapai BUMDes sukses ini. Bukti yang kedua adalah BUMDes dapat membuka lapangan kerja dan menciptakan penghasilan yang tidak kalah dengan pekerjaan lainnya. Yang ketiga, BUMDes berhasil menjalin kemitraan dengan bank dan mendapatkan tawaran modal dari berbagai pihak. Yang keempat, BUMDes sukses ini berhasil melahirkan berbagai unit usaha seperti toko yang sebagian besar produknya adalah produk lokal desa, pabrik pupuk organik, beras lokal, hingga pengembangan produk tanaman organik.

 

Ketika masyarakat sudah percaya, masyarakat akan antusias untuk ikut mengembangkan BUMDes sukses di desa mereka. Kini semakin banyak masyarakat di sekitar Desa Pandowoharjo yang menjalin kemitraan dengan BUMDes Amarta dalam mempromosikan berbagai usaha industri maupun kuliner, termasuk Rumah Makan Jejamuran yang mempromosikan menu jamur dalam bentuk kaleng melalui BUMDes Amarta. Produksi beras lokal di Desa Pandowoharjo juga semakin berkembang dan tersebar luas di masyarakat D.I. Yogyakarta berkat kemitraan yang dibangun antara BUMDes Amarta dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pendowo Mulyo.

 

Jalan perjuangan menuju BUMDes sukses memang panjang, banyak hal-hal baru yang harus diupayakan untuk terus berkembang, kemitraan yang harus terus dibangun, hingga antusiasme masyarakat yang harus dihidupkan untuk turut menghidupkan semangat BUMDes sukses. Sudah saatnya BUMDes maju dan bergerak terus bersama masyarakat menuju BUMDes sukses! (MEIP/CARITRA)

 

 

Referensi:

https://blog.bumdes.id/2018/02/utamakan-memberi-benefit-bumdes-amarta-tak-hanya-sekedar-kelola-sampah/

http://www.berdesa.com/bumdes-tak-harus-mesin-uang-mari-belajar-amarta/

Interview dengan Direktur BUMDes Amarta, Bapak Agus Setyanta tanggal 10 Mei 2020.