Masterplan Desa atau rencana tata ruang desa diperlukan untuk menentukkan arah pengembangan desa. Arahan ini berguna agar tata ruang desa dapat dipertahankan guna menghindari terjadinya pergeseran desa menjadi perkotaan. Hal ini tentu menjadi penting mengingat desa memiliki peran vital salah satunya dalam menjaga produktivitas tanaman pangan. Desa Banjararum yang merupakan kawasan pertanian di Kulonprogo tengah mengalami beberapa permasalahan seperti permasalahan infrastruktur, pergeseran kultur sosial dan budaya serta masalah kemiskinan. Sebagai kawasan pertanian, Banjararum memiliki permasalahan yang dapat mengancam produktifitas pertanian seperti masalah longsor dan kekeringan. Selain itu, adanya fenomena pergerakan tanah dari dalam bumi menimbulkan kerusakan jaringan irigasi dan kerusakan jalan yang berdampak pada terhambatnya proses produksi dan distribusi pertanian.

Pergeseran kultur dan budaya juga sudah mulai nampak dengan adanya fenomena kenakalan remaja seperti kasus narkoba, penculikan anak dan kasus bunuh diri. Selain itu, beberapa tradisi dan kebudayaan seperti tradisi barongan, wayang kulit dan tradisi kirab juga sudah mulai terlupakan. Masalah-masalah sosial tersebut menjadi salah satu penyebab terhambatnya pembangunan desa. Oleh karenanya, Banjararum kini mulai berbenah untuk membangun desa yang lebih baik salah satunya melalui penyusunan Masterplan Desa. Masterplan Desa merupakan perencanaan yang komprehensif, hasil pembangunan dari masterplan tersebut menjadi salah satu pendekatan untuk mengatasi permasalahan sosial, kebencanaan, ekonomi dan masalah infrastruktur yang terjadi di Desa Banjararum.

Dalam penyusunan Masterplan Desa, Banjararum bekerjasama dengan Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada dan HRC Caritra Yogyakarta. Sebagai awal dalam proses penyusunan masterplan, HRC Caritra dan tim KKN UGM melakukan kegiatan Pelatihan Penyusunan Masterplan Desa di Joglo Progo Arum Desa Banjararum, Rabu 8/8 Kemarin. Pelatihan ini diikuti oleh para perangkat, lembaga, dan penggiat komunitas Desa Banjararum. HRC Caritra menjelaskan materi mengenai pentingnya perencanaan, prinsip perencanaan dan proses dalam merencanakan serta pengetahuan mengenai langkah dalam mendesain kawasan. Peserta dilatih untuk menyusun potensi dan masalah desa dengan metode penyusunan pohon masalah. Dengan metode ini, maka peserta dapat mengidentifikasi sendiri masalah yang dihadapi Desa Banjararum sekaligus menentukan akar permasalahan yang terjadi. Selain itu dengan adanya simulasi dan permainan, peserta juga diberikan pengetahuan-pengetahuan baru dalam merencanakan desa seperti bagaimana menyusun prioritasi program dan penyusunan anggaran. Harapannya, kegiatan pelatihan penyusunan Masterplan Desa ini dapat menjadi wawasan pengetahuan dan arahan bagi Pemerintah Desa Banjararum bersama warganya untuk menyusun Masterplan Desa.

#MasterplanDesa #DesaBanjararum #ToT #PendapingDesa #Pelatihan #Workshop