Desa seluas 597 hektar ini terletak di Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Penggunaan lahan untuk permukiman hanya sebesar 8,6% dari luas desa, sisanya digunakan sebagai tegalan, kebun, dan hutan.  Mayoritas penduduk Desa Mergolangu bekerja pada sektor pertanian. Jarak Desa Mergolangu dari pusat Kabupaten Wonosobo adalah sejauh 38 km, sedangkan dari pusat kecamatan sejauh 16 km.

Desa dikelilingi hutan

Desa dikelilingi hutan

 

Desa Mergolangu yang dikelilingi hutan dan pegunungan memiliki ketinggian 984 meter di atas permukaan laut atau dikategorikan sebagai dataran tinggi. Desa Mergolangu memiliki hutan seluas 211 hektar. Sebagian besar hutan di Desa Mergolangu merupakan milik Perum Perhutani. Hutan di Desa Mergolangu difungsikan sebagai hutan produktif untuk penyaringan getah pohon pinus, yang kemudian diolah menjadi thinner dan lem, serta menjadi kawasan wisata Gunung Lanang.

Hawa sejuk pegunungan ditambah dengan pemandangan alam yang memukau adalah potensi utama Desa Mergolangu. Hal tersebut membuat Desa Mergolangu menjadi desa wisata alam dengan destinasi wisata Kawasan Gunung Lanang. Kawasan Wisata Gunung Lanang dapat dikategorikan sebagai wisata minat khusus yang cukup ekstrim. Kawasan Wisata Gunung Lanang terdiri dari Bukit Sarangan, Bukit Memean, Gunung Putri, Gunung Bolong, Bukit Ponjen, Curug Kali Colat, Maqom Kuno Kiai Tawengan, dan Goa Kelelawar. Pengelolaan wisata dilakukan oleh BUMDes Mergolangu.

Pengembangan wisata alam di Desa Mergolangu dilakukan dengan memanfaatkan dana desa yang mendapatkan dukungan. Desa Mergolangu merupakan salah satu desa yang mendapatkan penilaian kinerja baik di Kabupaten Wonosobo. Selain untuk pengembangan wisata, dana desa juga dimanfaatkan guna pembangunan infrastruktur desa.

Masyarakat Desa Mergolangu memiliki antusiame yang tinggi untuk ikut serta dalam proses perencanaan dan proyek strategis desa, sehingga program – program untuk pembangunan desa dapat diupayakan secara mandiri oleh masyarakat ataupun kerjasama dengan pihak luar (pemerintah dan swasta). Desa Mergolangu telah membentuk Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sebagai penanggung jawab pemanfaatan hutan yang bekerja sama dengan Perum Perhutani. Peran LMDH adalah menjaga kelestarian hutan termasuk melindungi hutan dari pembangunan yang akan merusak hutan. Jadi, pemerintah dan masyarakat Desa Mergolangu melalui LMDH berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan sehingga kualitas dan kuantitas hutan di Desa Mergolangu tetap terjaga meskipun dilakukan pengembangan sebagai kawasan wisata.

Sumber instagram mergolangu_ig

Sumber instagram mergolangu_ig

Pembangunan yang dilakukan di Desa Mergolangu dilakukan sebisa mungkin untuk tidak merusak ekosistem pandang yang ada seperti pembangunan gardu mengikuti alur pohon. Dengan hal tersebut Desa Mergolangu bisa tetap menjaga kelestarian hutan yang ada di desanya meskipun dilakukan pengembangan menjadi desa wisata.

 

#MasterplanDesa #DesaHutan #DesaMergolangu #Wonosobo